Hari Tasyrik adalah hari-hari mulia yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Dalam syariat Islam, hari-hari ini memiliki banyak keutamaan dan menjadi bagian dari rangkaian ibadah Idul Adha serta ibadah haji. Kaum muslimin dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, takbir, dan berbagai amal kebaikan pada hari-hari tersebut.
Keutamaan Hari Tasyrik dalam Islam
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﺇِﻥَّ ﺃَﻋْﻈَﻢَ ﺍﻷَﻳَّﺎﻡِ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻳَﻮْﻡُ ﺍﻟﻨَّﺤْﺮِ ﺛُﻢَّ ﻳَﻮْﻡُ ﺍﻟْﻘَﺮِّ
“Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah Tabaraka wa Ta’ala adalah hari An-Nahr (Idul Adha), kemudian Yaumul Qarr (hari Tasyrik).”
(HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani)
Hari Tasyrik disebut juga sebagai hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, serta berbagai dzikir lainnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ الله
“Hari-hari Tasyrik adalah hari-hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”
(HR. Muslim)
Amalan yang Dianjurkan pada Hari Tasyrik
Ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada hari Tasyrik, di antaranya:
1. Memperbanyak Dzikir dan Takbir
Kaum muslimin dianjurkan memperbanyak dzikir kepada Allah, baik setelah shalat maupun di berbagai kesempatan lainnya. Takbir mutlak dan takbir muqayyad juga masih disyariatkan pada hari-hari ini.
2. Memperbanyak Doa
Salah satu doa yang dianjurkan untuk sering dibaca pada hari Tasyrik adalah doa yang dikenal di Indonesia sebagai doa “sapu jagat”, yaitu:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
Doa ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:
فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا ۗ فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah kepada Allah sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyangmu, bahkan berdzikirlah lebih banyak dari itu. Di antara manusia ada yang berdoa, ‘Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia,’ dan dia tidak memperoleh bagian di akhirat. Dan di antara mereka ada yang berdoa, ‘Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.’”
(QS. Al-Baqarah: 200–201)
Hukum Puasa pada Hari Tasyrik
Hari Tasyrik termasuk hari yang diharamkan untuk berpuasa, kecuali bagi jamaah haji tertentu yang tidak mendapatkan hewan dam.
Larangan ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ الله
“Hari-hari Tasyrik adalah hari-hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”
(HR. Muslim)
Karena itu, umat Islam tidak diperbolehkan melaksanakan puasa sunnah maupun puasa biasa pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Waktu Penyembelihan Kurban Masih Berlangsung
Penyembelihan hewan kurban masih diperbolehkan selama hari Tasyrik berlangsung. Jadi, waktu berkurban tidak hanya terbatas pada hari Idul Adha saja.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ ذَبْحٌ
“Setiap hari Tasyrik adalah waktu untuk menyembelih kurban.”
(HR. Ahmad, Ibnu Hibban, dan Ad-Daruquthni)
Hal ini berlaku baik bagi orang yang belum berkurban pada hari Idul Adha maupun bagi yang ingin kembali berkurban pada hari-hari Tasyrik.
Penutup
Hari Tasyrik adalah hari-hari penuh keberkahan yang hendaknya diisi dengan dzikir, doa, takbir, makan dari rezeki Allah, serta memperbanyak amal saleh. Pada hari-hari ini pula umat Islam dilarang berpuasa dan masih diberi kesempatan untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban.
Semoga Allah Ta’ala menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang banyak berdzikir kepada-Nya.